INILAHCOM, Jakarta–Mayat Jamal Khashoggi hingga hari ini (Rabu, 31/10/2018) masih belum ditemukan. Jenazah wartawan asal Arab Saudi masih misteri setelah 2 Oktober lalu diduga dibunuh di Konsul Saudi di Istanbul, Turki.

Turki sedang berupaya mengekstradisi 18 tersangka warga Saudi yang ditahan di Arab Saudi terkait pembunuhan Khashoggi 2 Oktober lalu. Turki juga ingin Arab Saudi membantu menemukan mayat Khashoggi.

Dalam acara peringatan di London, Senin malam (29/10/2018), tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz yang berkewarganegaraan Turki, mengatakan, ia “kecewa terhadap pimpinan di banyak negara” dalam menanggapi pembunuhan Khashoggi awal bulan ini di Istanbul. Ia meminta Presiden AS Donald Trump agar “membantu mengungkapkan kebenaran” mengenai kematian Khashoggi di tangan agen-agen yang dikirim kerajaan Saudi.

Khashoggi adalah wartawan yang mengasingkan diri. Ia menulis beberapa kolom opini untuk harian The Washington Post yang mengritik putra mahkota Pangeran Mohammed bin Salman, penguasa de facto Arab Saudi.

Cengiz mengatakan Trump “seharusnya tidak mempermudah upaya menutup-nutupi” kematian Khashoggi. “Jangan biarkan uang mencemari hati nurani kita dan menodai nilai-nilai kita,” ujarnya.

Trump menyebut kasus hilangnya Khashoggi dan kematiannya sebagai “salah satu upaya menutup-nutupi terburuk dalam sejarah,” tetapi juga menyatakan bahwa Amerika tidak boleh terlalu kritis terhadap rezim Saudi karena transaksi pembelian senjata miliaran dolar dengan Riyadh yang belum selesai. [voa/lat]

Sumber Berita Bola inilah.com Daftar Sbobet di Master Agen IDHOKI.COM | Daftar Poker