Dihajar 1-4, PSIS Dapat Pelajaran Berharga dari Bhayangkara FC

JawaPos.com – Kekalahn telak dari Bhayangkara FC dengan skor 1-4 di Stadion Moch Soebroto Magelang, memberi pelajaran berharga bagi skuad PSIS Semarang. Terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati. Pasalnya, 3 dari 4 gol Bhayangkara dicetak dari situasi bola mati.

“Tiga gol dari tendangan bebas menjadi hukuman ke kami. Tim lawan bisa memanfaatkan situasi dengan baik, kami membuat pelanggaran di arena pertahanan. Ini sebuah pelajaran bagi kami, menjadi catatan penting,” kata Pelatih Kepala PSIS, Jafri Sastra usai laga di Stadion Moch Soebroto, Minggu (24/2).

Namun, permainan anak-anak asuhannya tetap diapresi. Setidaknya, mereka mereka mampu menciptakan gol terlebih dahulu. “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin,” katanya.

Dalam laga yang digelar Minggu (24/2) sore itu, PSIS memang mampu unggul terlebih dahulu melalui gol Hari Nur menit 6. Kemudian disamakan kedudukan pada menit ke-24 melalui tendangan bebas oleh pemain belakang Bhayangkara, Anderson Salles.

Pada babak kedua PSIS malah makin berantakan. Bhayangkara mencetak gol kedua pada menit 53 melalui sontekan dari Dendy Sulistyawan. Kemudian menit 63, tendangan bebas oleh Lee Yujun dan menit 85 tendangan bebas Anderson Salles menggenapkan kemenangan tim tamu.

Di sisi lain, Alfredo Vera, Pelatih Kepala Bhayangkara FC bersyukur atas kemenangan yang diraih oleh anak-anak asuhnya. “Kami bersyukur bisa menang dan membawa tiga poin,” ucapnya.

Sementara, pemain depan Bhayangkara FC, Alsan Putra Masat menambahkan, tim sudah mempelajari permainan dari PSIS. “Kami sudah mempelajari permainan PSIS. Mereka memaksimalkan pertahanan dan memanfaatkan bola jauh,” katanya.

Ia juga berterima kasih terhadap para pemain PSIS yang tetap respek dalam laga itu. “Saya terima kasih ke pemain PSIS. Mereka masih respek ke kami walaupun ketinggalan tapi bermain dengan baik,” ucapnya.

Editor           : Agus Dwi W
Reporter      : Ridho Hidayat

Article by jawapos.com sponsored by berita bola