INILAHCOM, Jakarta – Pencegahan kanker paru bisa melalui tindakan reduksi faktor risiko. Seperti apa?

Menurut Dr. Elisna Syahruddin, Ph.D, Sp.P(K), PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia), mengimbau Pemerintah untuk peduli kanker paru, melalui sistem perundangan Pengurangan paparan tembakau, dan upaya pengurangan polusi udara dan industri, serta upaya perlindungan pekerja yang terpapar karsinogen.

“Lebih dari 80 persen pasien kanker paru datang setelah stadium lanjut (Stage IV). Upaya deteksi dini kanker paru wajib dilakukan,” papar Elisna saat ditemui di kantor PDPI, Jakarta, Jumat, (09/11/2018).

Deteksi dini tersebut bisa dilakukan pada pasien dengan usia menengah (di atas 35 tahun), kemudian, perokok aktif atau pasif atau memiliki faktor risiko tinggi (paparan bahan kimia, polusi, riwayat kanker pada keluarga, riwayat penyakit fibrosis paru, bekas TB).

Selanjutnya, memiliki gejala respirasi (batuk, batuk darah, sesak napas, nyeri dada, pembengkakan di dada, suara serak, dan berat badan turun) yang tidak kunjung sembuh dengan pengobatan biasa. (tka)

Sumber Berita Bola inilah.com Sbobet Indonesia Master Agen Bola IDHOKI.COM | Daftar Poker